Strategi Mendapatkan KPR dari Bank

Keperluan KPR sekarang dapat berupa pembelian rumah, atau untuk pembangunan rumah atau bahkan untuk perbaikan rumah. Berikut yang harus dipersiapkan dalam mengajukan KPR:

  • Pilihlah secara cermat rumah yang akan ditempati dan menurut anda dan bank cocok untuk dijadikan pengajuan KPR seperti keadaan rumah, lokasi rumah, lingkungan sekitar, dan sebagainya.
  • Telitilah sebelum membeli rumah baik keabsahan sertifikatnya dan IMB induknya apakah cocok dengan kenyataan di lapangan.
  • Ijin peruntukan tanah dan fasilitas yang ada, keadaan tanah, ijin lokasi, tata guna lahan, site plan dan sertifikat tanah minimal SHGB atau HGB yang sah perlu dipertanyakan bila membeli rumah dari pengembang perumahan.
  • Mengenal lebih dekat tentang kredibilitas pengembang atau pemilik rumah.
  • Membuat anggaran yang diajukan dengan pendapatan yang anda terima setiap bulan apakah sesuai dengan aturan bank tersebut atau belum.
  • Selalu mempersaksikan pada notaris untuk transaksi jual beli bila status rumah atau tanah tersebut masih menjadi jaminan pinjaman di bank tertentu agar dapat dipertanggungjawabkan perjanjian diatas materai tidaklah cukup menjadi bukti bagi bank untuk diakui sebagai surat kepemilikan tanah yang sah.
  • Menyiapkan uang untuk pembayaran biaya administrasi dan provinsi, asuransi jiwa dan kebakaran, survey, akad notaris, AJB (akta jual beli) dan balik nama, serta pajak BPHTB untuk kas negara.

Kredit Pemilikan Rumah atau biasa disebut dengan KPR adalah program atau fasilitas pinjaman dari bank untuk membeli rumah secara kredit. KPR dianggap sebagai salah satu solusi untuk pembelian rumah dengan cara mengangsur, dan program ini membantu masyarakat untuk memiliki rumah idaman sendiri bilamana tidak tersedia uang tunai.

Secara prinsip, pembelian rumah bisa anda lakukan dengan dua cara: secara tunai maupun secara kredit. Anda bisa mendapatkan rumah secara tunai bila Anda memiliki uang yang nilainya sama dengan harga rumah yang diinginkan. Misal, bila harga rumah tunai tanah & bangunan rumah adalah 210 juta, maka rumah tersebut bisa dibayar tunai bila anda mempunyai uang tunai sebesar 210 juta ditambah biaya-biaya yang timbul untuk jual beli.

Tetapi, masyarakat tingkat ekonomi menengah kebawah sering tidak memiliki uang tunai sebesar itu. Jumlah uang cash yang mereka punya mungkin hanya sebesar 40%, 50%, dan bahkan hanya 5%. Solusinya? Kredit Pemilikan Rumah atau KPR bank adalah solusi yang sangat diharapkan bagi sebagian besar masyarakat.

Caranya bagaimana? Bila harga rumah diinginkan adalah 210 juta, maka anda harus membayar uang muka atau DP sebesar XX % tergantung ketentuan dari bank yang bersangkutan. Misal bank mensyaratkan 30 % maka anda harus mengeluarkan uang dari tabungan anda sebesar 70 Juta. Setelah uang muka atau DP diselesaikan maka barulah bank akan melunasi sisanya sebesar 70% atau 140 juta. Biasanya bank tidak mau membiayai 100% untuk margin keamanan mereka bilamana peminjam tidak mampu melanjutkan pembayaran angsuran.

Bilamana anda mempunyai uang yang cukup buat uang muka atau DP, maka anda tinggal melanjutkan ke langkah yang berikutnya yakni proses pengajuan Kredit Pemilikan Rumah atau KPR. Bilamana dana anda tidak mencukupi buat uang muka, maka anda harus menabungnya terlebih dahulu. Jangan memaksakan diri untuk mengajukan KPR bila dana untuk uang muka tidak mencukupi. Perlu diingat, bank hanya akan memberikan kredit bilamana anda telah membayar uang muka.

Selain itu, hal penting yang perlu diketahui sebelum pengajuan Kredit Pemilikan Rumah atau KPR adalah biasanya bank hanya akan menyetujuinya bilamana angsuran bulanan tidak melebihi 1/3 dari pendapatan atau gaji. Misal gaji bulanan adalah 12 juta, jadi angsuran kredit bulanan maksimum yang akan disetujui oleh bank adalah 4 juta. Bilamana gaji anda tidak mencukupi, maka ada 3 cara untuk mensiasatinya, yaitu dengan meningkatkan uang muka atau DP sehingga pinjaman menjadi lebih kecil. Cara kedua yaitu dengan memperpanjang masa angsuran sehingga memperkecil jumlah angsuran bulanan tapi waktu mencicil lebih lama. Dan yang ketiga adalah kombinasi kedua langkah tersebut, yaitu dengan memperbesar uang muka dan memperpanjang jangka angsuran.

 

Proses Pengajuan Permohonan KPR ke Bank

Proses pengajuan permohonan Kredit Pemilikan Rumah atau KPR bisa anda mulai setelah anda melihat-lihat rumah mana yang sekiranya cocok, lingkungan dan harga sesuai keinginan, dan anda sudah menghitung bahwa tabungan untuk uang muka telah mencukupi dan juga angsuran bulanan dengan tingkat suku bunga tertentu berada dibawah 30 % pendapatan atau gaji bulanan anda. Untuk pembelian rumah dari pihak developer, biasanya mereka akan membantu anda untuk proses ini bilamana semua persyaratan telah terpenuhi. Tetapi bilamana anda mau langsung ke pihak bank yang anda sukai, caranya juga mudah. Anda hanya perlu untuk datang ke salah satu bank yang lokasinya dekat dengan tempat tinggal, datang ke Customer Service dan mengutarakan maksud dan tujuan. Pihak bank akan menyerahkan sebuah formulir permohonan KPR untuk anda bawa pulang dan isi, kemudian diserahkan lagi kepada bank setelah semua dilengkapi. Dari situ pihak bank akan mereview jawaban dan dokumen yang diperlukan serta menganalisanya.

Apakah semua KPR akan diterima? Jawabannya adalah tidak, tergantung apakah anda memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh bank. 3 hal berikut ini sangat menentukan apakah permohonan anda akan disetujui atau tidak ;

  1. Usia maksimal 50 tahun ketika mengajukan Permohonan KPR.
  2. Sudah bekerja dan memiliki penghasilan yang dibuktikan dengan adanya dokumen-dokumen tertentu. Kredit yang disetujui biasanya maksimal sebesar 1/3 pendapatan atau gaji bulanan anda (termasuk hutang-hutang anda pada bank lain, angsuran tetap yang sudah ada dan sebagainya).
  3. Tidak mempunyai sejarah jelek mengenai kredit di bank lain terutama dalam 12 bulan terakhir. Perlu diingat bahwa sistem online memungkin bank mengetahui sejarah anda.

 

Strategi KPR bisa disetujui Bank

Anda perlu menyiapkan dokumen keuangan berikut yang biasanya diminta untuk pengajuan KPR.

Bagi seorang karyawan yang bekerja di perusahaan, maka dokumen yang diminta adalah:

  1. Surat keterangan bekerja dari Perusahaan (minimal Anda harus sudah bekerja di perusahaan tersebut selama 2 tahun, atau bisa kurang tergantung dari pengalaman kerja anda).
  2. Slip gaji asli bulan terakhir.
  3. Copy NPWP (Nomer Pokok Wajib Pajak).
  4. Copy buku tabungan / rekening koran (minimal selama 3 bulan terakhir).
  5. Copy KTP, copy Kartu Keluarga (KK), copy Surat Nikah, atau mungkin perlu disiapkan surat domisili dari RT / RW.

Bagi wiraswastawan, maka dokumen yang diminta oleh bank adalah:

  1. Daftar pelanggan anda (bila memungkinkan).
  2. Daftar pemasok anda (bila usaha Anda bersifat usaha dagang).
  3. Bukti transaksi keuangan anda dengan pelanggan (seperti nota atau faktur)
  4. Catatan rekening bank (minimal selama 3 bulan terakhir).
  5. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak).
  6. SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan), bila usaha anda bersifat usaha dagang.
  7. Tanda Daftar Perusahaan (TDP).

Bagi seorang profesional, maka dokumen yang diminta bank adalah:

  1. Daftar pelanggan atau klien anda (bila memungkinkan).
  2. Bukti transaksi keuangan anda dengan pelanggan (seperti nota atau faktur).
  3. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak).
  4. Surat ijin praktek (untuk profesi tertentu).

Apabila anda membeli rumah dengan cara kredit, maka dokumen kelengkapan rumah yang akan dibeli akan diminta oleh bank untuk dijaminkan kepada mereka. Artinya, apabila kredit anda macet maka rumah itu akan disita oleh bank untuk mengganti sisa hutang yang belum dibayar. Dokumen tersebut antara lain sebagai berikut:

  1. Sertifikat tanah.
  2. Sertifikat IMB dan blue print atau gambar rumah tersebut.
  3. SPPT PBB tahun terakhir

Bilamana anda membeli rumah baru dari developer, maka pihak developer yang akan menyiapkan dokumen tersebut diatas. Nantinya dokumen tersebut akan disimpan oleh bank sampai angsuran KPR lunas. Bilamana anda membeli rumah second, harus dipastikan bahwa dokumen diatas ada sebelum mengajukan KPR.

Performance keuangan di rekening koran tabungan harus bagus atau diperbaiki agar saat di review oleh bank terkesan bagus. Penampilan rekening koran yang bagus akan memperbesar kemungkinan disetujuinya KPR.

Berikut tips yang akan berguna bagi anda:

  • Memperbaiki catatan rekening bank yang dimiliki. Perlu diingat bahwa bank akan meminta slip gaji sebagai catatan resmi bahwa seseorang yang mengajukan KPR memiliki penghasilan dengan jumlah tertentu setiap bulannya. Slip gaji ini akan di cross check dengan rekening koran tabungan untuk membuktikan bahwa ada uang masuk sebesar yang tertera di slip gaji. Bagaimana bila gaji anda tidak ditransfer (misal anda bekerja secara freelance atau professional)? Usahakan menyetor pemasukan anda ke rekening tabungan terlebih dahulu sebelum diputar untuk kepentingan yang lain, dan bilamana bisa usahakan agar direkening tabungan anda terjadi pemasukan minimal 6 bulan terakhir.
  • Kelancaran pembayaran hutang di tempat lain. Bilamana anda berhutang di bank lain, entah dalam bentuk pinjaman apa saja (seperti kartu kredit), maka usahakan tidak pernah menunggak dalam waktu 6 bulan kebelakang. Bank akan mengecek riwayat hutang-hutang anda di bank. Bilamana pernah terjadi kredit macet beberapa bulan kebelakang, sebaiknya anda pertimbangkan kembali rencana untuk mengajukan KPR, paling tidak anda butuh waktu 12 bulan setelah kredit macet agar bisa dipertimbangkan bahwa kondisi keuangan anda saat ini sehat.
  • Pengaturan angsuran hutang yang proporsional. Bilamana total angsuran hutang anda di bank (misal angsuran tetap yang sudah ada, angsuran kartu kredit dan angsuran KPR yang akan diajukan) melebihi 1/3 dari penghasilan bulanan anda.

Bilamana pilihan rumah sudah ditetapkan dan bank pemberi kredit sudah anda pilih mana yang sesuai, maka tinggal kunjungi bank yang bersangkutan. Bank akan memberikan persyaratan diatas beserta formulir isian yang harus anda isi kelengkapannya untuk dikembalikan lagi ke bank tersebut. Setelah semua persyaratan diserahkan balik ke bank, biasanya akan dilakukan survey dan interview oleh bank.

Setelah permohonan KPR bank disetujui, langkah selanjutnya adalah menemui notaris untuk penandatanganan akta jual beli / kredit dan mengurus sertifikat.

Hampir semua bank memberikan jasa KPR. Anda tinggal pilih dan bandingkan keunggulan masing masing yang sesuai. Saat ini KPR tidak hanya untuk membeli rumah, tapi juga untuk membangun rumah diatas tanah yang telah ada.

Semoga artikel diatas berguna bagi anda yang akan mengajukan KPR bank bilamana dana yang dibutuhkan untuk memiliki rumah idaman tidak tersedia dalam bentuk tunai. Sebenarnya untuk pengambilan angsuran rumah itu gampang-gampang susah. semoga trik ini dapat membantu anda;

  • Jangan ada pinjaman lain di bank yang bermasalah (tunggakan), bila ada langsung dilunasi.
  • Bukan karyawan kontrak atau outsource (kecuali HRD mau bekerja sama) .
  • Bila gaji dibayar cash, biasanya ada perusahaan yang mempunyai PPh 21 yang diberikan kepada karyawan setiap tahun. Bila tidak ada PPh 21 ada bank yang mau terima asalkan rekening tabungan bagus.
  • Usahakan pada saat pengisian aplikasi pengeluaran jangan ditulis terlalu berlebih.

Sumber : www.citra-indah.org

Banyak informasi yang bisa Anda dapatkan untuk proses KPR pada bank – bank di bawah ini ;

BCA :  www.bca.co.id   MANDIRI : www.bankmandiri.co.id   BNI : www.bni.co.id

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *